Sabtu, 19 Februari 2011

Class Room Management (bagian 1)

Para guru di Sekolah Alam Madani International - BSD
"duh gimana ya miss, di kelas saya anak-anaknya seneng ngobrol, bercandaaa melulu, kalau guru menerangkan sering di abaikan, sudah di kasih tahu berulang kali untuk belajar lebih tenang dan mengurangi kebiasaan ngobrolnya... tetap aja ngobrol, gimana ya solusinya agar anak-anak mau belajar dengan lebih tenang dan suasana belajar kondusif...." keluh salah seorang guru sekolah Alam Madinah School di daerah BSD yang berkesempatan mengikuti pelatihan Class Room Management.

Keluhan seperti ini bukan saja di rasakan oleh para guru-guru di sekolah Alam Madinah School, tapi juga di rasakan oleh banyak guru lain. Dalam pelatihan saya tentang Class Room Management, saya selalu menyarankan untuk memanfaat setiap kondisi  agar menjadi bermanfaat, bukan hanya untuk guru tetapi juga untuk siswa.

Salah satu cara yang saya sharingkan kepada mereka adalah dengan menyiapkan salah satu topik untuk di jadikan bahan diskusi. Sebagai contoh, mata pelajaran Olah Raga, saya minta guru menyiapkan salah satu materi tentang olah raga, seumpama olah raga kasti.



Setelah anak membentuk kelompok, minta mereka untuk mendiskusikan tentang olah raga kasti dalam waktu 10 menit (usahakan tidak lebih dari 10 menit, dengan tujuan memaksa anak untuk lebih focus terhadap topik yang di bahas dan maksimal 15 menit) kemudian mereka diminta menyebutkan 7 hal yang berhubungan dengan olah raga kasti tersebut, jika ada jawaban yang sama dengan kelompok lain, minta mereka untuk menemukan 1 hal baru tentang olah raga kasti yang belum digunakan oleh kelompok lain. Jika tidak juga menemukan 1 hal baru tersebut, maka kedua kelompok yang sama tersebut akan mendapat sangsi berupa pengurangan penilaian sebanyak 2 point, seumpamanya.

Dengan menggunakan metode ini, guru akan menjadi sangat terbantu sekali, selain anak akan lebih mudah mengingat dan paham, suasana belajar jadi terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan, kesukaan anak untuk mengobrol pun menjadi tersalurkan dengan baik tanpa anak dipaksa untuk diam mendengarkan guru menjelaskan, waktu belajar pun menjadi lebih efektif, demokratis, anak pun menjadi lebih kreatif.

Di pelatihan Class Room Management yang saya sampaikan, guru di tuntut untuk menjadi lebih kreatif dari biasanya. Kemampuan guru dalam hal menciptakan suasana belajar yang kondusif serta menyenangkan hati bagi para siswa menjadi begitu penting.

Class Room Management adalah sebuah pelatihan yang mengajarkan kepada para guru tentang bagaimana mengelola suasana belajar mengajar menjadi lebih kondusif dan menyenangkan, tidak menggunakan kekerasan, bahasa-bahasa yang kasar baik tersirat maupun tersurat. Dengan menggunakan tehnik NLP (neuro-linguistic programming)  pelatihan ini terbukti mampu membawa perubahan dalam suasana belajar mengajar menjadi lebih terarah, kondusif dan menyenangkan.


Termasuk di dalamnya adalah kemapuan mengelola gaya bicara baik dengan murid dan wali murid serta rekan sejawat. Dalam teori komunikasi di kenal komunikasi verbal dan non verbal, verbal terdiri dari 7% kata-kata, 38% tonality atau intonasi dan non verbal 55% adalah bahasa tubuh, postur tubuh, ekspresi wajah serta tarikan nafas.

Rabu, 19 Januari 2011

Menyatukan tata nilai

SMA Katholik Santo Yoseph
Menyatukan Value sekolah dengan value siswa merupakan barometer yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar mengajar. 

Values merupakan tata nilai seseorang yang ditanamkan oleh orang tua sejak masih dalam kandungan hingga dewasa. Tidak hanya orang tua, bahkan tata nilai bisa di pengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sekolah, rumah ibadah dan lingkungan rumah. Values menjadi begitu penting karena menentukan arah motivasi setiap individu.

Beberapa contoh individual values :
Menerima, menginspirasi, dicapai, cerdas, Sadar, Luas, Indah, Pemimpin, Berani, Penuh kasih, Tenang, Termotivasi, Taat, Terorganisir,Tersambung, Asli, Bekerjasama, Bersemangat, Sabar,Kreatif, Damai, Tegas, Tanggap, Setia, Gigih, Disiplin, Main-main, Diskriminasi, Siap, Terbuka, Energik, Ulet, Antusias, Hormat, Bersemangat, Bertanggung jawab, Ahli, Pengambil Risiko, Puas, Fleksibel, Masuk Akal, Sensitif, Mengerjakan, spiritual, Murah Hati, Spontan, Anggun, Kuat, Bersyukur, Bahagia, Bijaksana, Harmonis Menyeluruh, Humoris, Percaya, Mandiri, Niat, Wawasan, Bijaksana.


 Dengan memahami tata nilai seorang siswa, menjadi sangat mudah bagi para guru dalam mengetahui arah motivasi dari siswanya. Sehingga ketika terjadi ketidak sepahaman tata nilai, seorang guru dapat dengan mudah mengembalikan kondisi atau menyamakan perbedaan tersebut sehingga terjadi sinergy yang luar biasa dalam proses pencapaian tujuan.


Memahami tata nilai seseorang
Mengindentifikasi tata nilai sangat mudah untuk di lakukan oleh seorang guru, namun pada saat mengidentifikasikan tata nilai siswa, lakukan secara bersama tata nilai diri sendiri. Caranya pun sangat mudah, kenali 10-15 hal yang dianggap sangat penting dalam kehidupan, sesuai dengan keyakinan atau dianggap prinsip. Setelah selesai mengidentifikasikan tata nilai tersebut, susun berdasarkan urutan teratas hingga paling bawah.






   
   

Selasa, 18 Januari 2011

TMI Back to School



Trainers Management Indonesia, sebagai trainers management dan training provider  menyelenggarakan program TMI back to School. Program ini merupakan cara TMI untuk berbagi pengetahuan dengan sekolah  yang sudah turut membesarkan TMI.

Program TMI back to school di awali dengan memberikan training motivasi bagi siswa-siswa kelas XII setingkat SMA dan sederajat. Training ini telah di ikuti oleh beberapa sekolah di Jakarta, diantaranya SMK Negeri 36, SMK Negeri 55, SMK Negeri 38, SMK Negeri 54, SMK Negeri 6, SMA katholik Santo Yoseph, dan SMA Negeri 90.

Selain memberikan pelatihan motivasi bagi siswa, Trainers Management Indonesia pun menyelenggarakan pelatihan Classroom Management. Pelatihan ini ditujukan bagi para guru dan siswa dengan tujuan meningkatkan kerjasama yang baik di dalam kelas agar proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif serta menyenangkan.